JAKARTA, Fajarindonesia.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, menyebut bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) berpeluang untuk gabung.
Adapun KIB merupakan gabungan dari Partai Golkar, PAN, dan PPP, sementara KIR adalah bentukan dari Partai Gerindra dengan PKB. Prabowo pun mengatakan bahwa KIB dan KIR adalah koalisi yang satu frekuensi.
BACA JUGA: Republik Mubazir (Episode 1)
BACA JUGA: Republik Mubazir (Episode 2)
Meski demikian, Prabowo belum ingin menjawab secara gamblang terkait rencana penggabungan itu, dan menyebut kedua koalisi akan berkomunikasi lebih intens.
Prabowo mengatakan antara KIR yang berisi Partai Gerindra-PKB, dan KIB yang berisi PAN-Golkar-PPP, memiliki frekuensi yang sama.
“Ada. Ternyata ada (kesepakatan). Jadi kita merasa ada frekuensi yang sama ya, ada kecocokan dan kalau dilihat, pimpinan partai kita sudah masuk,” kata Prabowo usai menghadiri acara Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP PAN, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2023).
Prabowo juga menegaskan bahwa kelima parpol ini sudah masuk ‘tim Jokowi.
“Kita sudah masuk timnya Pak Jokowi sebetulnya sekarang. Ya kan?” ucap Prabowo.
Prabowo lantas membuka kemungkinan dua koalisi ini untuk melebur. Yang terpenting, menurutnya, jalinan komunikasi di antara kedua koalisi semakin intens.
BACA JUGA: Mahfud MD Minta Sekretaris MA Diperiksa saat Rapat dengan Komisi III Terkait Transaksi 349 Triliun
BACA JUGA: Muslim Arbi, Ingin Megawati Ikuti Saran Rizal Ramli, Jangan Tertipu Gombalan Survei Pencitraan
“Ya nanti kita lihat prosesnya, tapi yang terpenting komunikasi akan tambah intens. Kita belum bicara soal ke arah itu (capres-cawapres),” ujar Prabowo.